Manfaat Jaringan Komputer
Sebelum membahas kita masalah-masalah teknis lebih mendalam lagi, perlu kiranya diperhatikan hal-hal yang membuat orang tertarik pada jaringan komputer dan untuk apa jaringan ini digunakan. Manfaat jaringan komputer bagi manusia dapat dikelompokkan pada jaringan untuk perusahaan, jaringan untuk umum, dan masalah sosial jaringan.
1.1 Jaringan untuk perusahaan/organisasi
Dalam membangun jaringan komputer di perusahaan/ organisasi, ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dalam hal-hal resource sharing, reliabilitas tinggi, lebih ekonomis, skalabilitas, dan media komunikasi.
Resource sharing bertujuan agar seluruh program, peralatan, khususnya data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan tanpa terpengaruh oleh lokasi resource dan pemakai. jadi source sharing adalah suatu usaha untuk menghilangkan kendala jarak.
Dengan menggunakan jaringan komputer akan memberikan reliabilitas tinggi yaitu adanya sumber-sumber alternatif pengganti jika terjadi masalah pada salah satu perangkat dalam jaringan, artinya karena perangkat yang digunakan lebih dari satu jika salah satu perangkat mengalami masalah, maka perangkat yang lain dapat menggantikannya.
Komputer yang kecil memiliki rasio harga/kinerja yang lebih baik dibanding dengan komputer besar. Komputer mainframe memiliki kecepatan kurang lebih sepuluh kali lipat kecepatan komputer pribadi, akan tetapi harga mainframe seribu kalinya lebih mahal. Dengan selisih rasio harga/kinerja yang cukup besar ini menyebabkan perancang sistem memilih membangun sistem yang terdiri dari komputer-komputer pribadi dibanding menggunakan mainframe.
Yang dimaksud dengan skalabilitas yaitu kemampuan untuk meningkatkan kinerja sistem secara berangsur-angsur sesuai dengan beban pekerjaan dengan hanya menambahkan sejumlah prosesor. Pada komputer mainframe yang tersentralisasi, jika sistem sudah jenuh, maka komputer harus diganti dengan komputer yang mempunyai kemampuan lebih besar. Hal ini membutuhkan biaya yang sangat besar dan dapat menyebabkan gangguan terhadap kontinyuitas kerja para pemakai.
Sebuah jaringan komputer mampu bertindak sebagai media komunikasi yang baik bagi para pegawai yang terpisah jauh. Dengan menggunakan jaringan, dua orang atau lebih yang tinggal berjauhan akan lebih mudah bekerja sama dalam menyusun laporan.
1.2 Jaringan untuk umum
Apa yang telah diulas di atas bahwa minat untuk membangun jaringan komputer semata-mata hanya didasarkan pada alasan ekonomi dan teknologi saja. Bila komputer mainframe yang besar dan baik dapat diperoleh dengan harga murah, maka akan banyak perusahaan/organisasi yang menggunakannya.
Jaringan komputer akan memberikan layanan yang berbeda kepada perorangan di rumah-rumah dibandingkan dengan layanan yang diberikan pada perusahaan seperti apa yang telah diulas di atas. Terdapat tiga hal pokok yang mejadi daya tarik jaringan komputer pada perorangan yaitu:
access ke informasi yang berada di tempat yang jauh
komunikasi orang-ke-orang
hiburan interaktif.
Ada bermacam-macam bentuk access ke infomasi jarak jauh yang dapat dilakukan, terutama setelah berkembangnya teknologi internet , berita-berita di koran sekarang dapat di down load ke komputer kita melalui internet, dan tidak hanya itu sekarang kita dapat melakukan pemesanan suatu produk melalui internet, bisnis yang dikenal dengan istilah electronic commerce (e-commerce), ini sekarang sedang berkemang dengan pesat .
Dengan menggunakan internet kita juga dapat melakukan komunikasi orang-ke orang , fasilitas electronic mail (e-mail) telah dipakai secara meluas oleh jutaan orang. Komunikasi menggunakan e-mail ini masih mengandung delay atau waktu tunda.
Videoconference atau pertemuan maya merupakan teknologi yang memungkinkan terjadinya komunikasi jarak jauh tanpa delay. Pertemuan maya ini dapat pula digunakan untuk keperluan sekolah jarak jauh, memperoleh hasil pemeriksaan medis seorang dokter yang berada di tempat yang jauh, dan sejumlah aplikasi lainnya.
Video on demand merupakan daya tarik ketiga dai jaringan komputer bagi orang per orang dimana kita dapat memilih film atau acara televisi dari negara mana saja dan kemudian ditampilkan di layar monitor kita.
1.3 Masalah sosial jaringan
Penggunaan jaringan oleh masyarakat luas akan menyebabkan masalah-masalah sosial, etika, dan politik. Internet telah masuk ke segala penjuru kehidupan masyarakat, semua orang dapat memanfaatkannya tanpa memandang status sosial, usia, jenis kelamin. Penggunaan internet tidak akan menimbulkan masalah selama subyeknya terbatas pada topik-topik teknis, pendidikan atau hobi, hal-hal dalam batas norma-norma kehidupan, tetapi kesulitan mulai muncul bila suatu situs di internet mempunyai topik yang sangat menarik perhatian orang, seperti politik, agama, sex. Gambar-gambar yang dipasang di situs-situs tersebut mungkin akan merupakan sesuatu yang sangat mengganggu bagi sebagian orang. Selain itu, bentuk pesan-pesan tidaklah terbatas hanya pesan tekstual saja. Foto berwarna dengan resolusi tinggi dan bahkan video clip singkatpun sekarang dapat dengan mudah disebar-luaskan melalui jaringan komputer. Sebagian orang dapat bersikap acuh tak acuh, tapi bagi sebgaian lainnya pemasangan materi tertentu (misalnya pornografi ) merupakan sesuatu yang tidak dapat diterima.
Kamis, 27 September 2012
Gadget Bukan Hanya Sekedar Fashion
Saat ini gadget telah menjamur dikalangan masyarakat Indonesia, dari kelas atas maupun kelas bawah yang hampir semua memakai teknologi gadget. Gadget sendiri merupakan suatu inovasi atau gagasan teknologi yang canggih dengan fitur-fitur yang modern dan mudah digunakan serta terlihat ‘wah’ jika menggunakannya.
Namun, apakah semua orang dapat tepat menggunakan kecanggihan tehnologi tersebut ? Apakah masyarakat mengerti akan dampak yangterjadi jika menggunakan gadget tersebut baik sisi negative atau sisi positifnya ? Semua tergantung daripada diri masing-masing.
Pada era saat ini, gadget sangat kental dengan kalangan anak muda dan para executive muda yang tidak ingin dikatakan ketinggalan jaman dengan era IT saat ini. Bahkan gadget saat ini sudah masuk dalam kategori tambahan untuk fashion, yang membuat paradigma seseorang tentang orang yang memakai gadget yang terbaru misalkan, orang tersebut sudah bisa dikatakan seorang yang fashionable terhadap fashion yang ada saat ini.
Hingga sekarang, gadget bahkan sudah menyebar ke masyarakat desa. Orang-orang kecil pun kini sudah bisa memiliki gadget dengan harga yang miring karena saat ini gadget dengan harga murah bisa didapat dengan mudah. Tetapi, apakah mereka sudah paham akan manfaat sebenarnya gadget tersebut ? Atau hanya sekedar mengikuti tren yang ada saat ini ?
Karena sebagaian besar masyarakat dari kecanggihan teknologi mutakhir saat ini banyak masyarakat mensalah gunakan kecanggihan gadget tersebut. Bahkan kini kriminalitas yang disebabkan oleh kecanggihan teknologi semakin marak terjadi dengan modus-modus yang beragam. Ini merupakan salah satu efek negative dari gadget sendiri tanpa mengerti sebenarnya manfaat dari gadget itu.
Padahal jika kita melihat dari sisi positif dari gadget, kita dapat banyak mengambil manfaatnya. Semisal kita dapat menjelajah dunia dengan gadget tersebut dan kita dapat menggunakannya untuk berbisnis Dari gadget sendiri kita juga bisa mencari sendiri tentang manfaatnya.
Kalau pun orang-orang yang tidak sekolah namun dapat memiliki gadget, mereka bisa bersekolah secara gratis dengan mendownload atau mencari e-book di mesin pencari melalui internet. Jika hal itu dilakukan, masyarakat bisa belajar tanpa harus bersekolah. Karena itu perlu adanya suatu kesadaran masyarakat terutama pada kalangan anak muda maupun kaum akademis yang mampu mengeksplor pengetahuan tentang pamanfaat gadget untuk dunia pendidikan yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa terutama di Indonesia sendiri yang saat ini sangat banyak yang mampu memiliki suatu gadget.
Jadi, masyarakat bisa belajar sendiri dan bebas menimba ilmu melalui gadget masing-masing yang selanjutnya diharapkan bisa saling sharing dalam dunia jejaring sosial yang saat ini sangat marak di dunia kita. Bukan hanya sekedar mencari teman untuk main, namun kita dapat mencari teman melalui gadget yang selanjutnya berbagai pengalaman dan ilmu dapat kita raih bersama.
Maka dari itu, gadget bukan lagi hal yang untuk digunakan sebagai fashion saja namun kita gunakan untuk di jalur dunia pendidikan dengan jiwa muda kita yang mampu kita manfaatkan yang jika kita serius dalam menjalaninya kita dapat menjadi sosok yang sukses dalam bidang IT (Information Technology). Yang di dalamnya kita dapat menjadi pebisnis yang sukses melalui kecanggihan teknologi saat ini.
Dan sepertinya kita harus buang jauh-jauh paradigma mengenai gadget merupakan bagian dari fashion kita, karena dari paradigma itu lah kita dapat terjebak sendiri akan pikiran kita sendiri mengenai hal itu. Alangkah baiknya sebelum kita memiliki suatu gadget tertentu atau kita sudah memilikinya setidaknya mengerti manfaat dari gadget tersebut yang bukan hanya sekedar punya tanpa mengerti fungsi yang penting yang dapat kita manfaatkan bahkan dapat dijadikan mesin uang bagi kita dan kreatifitas tanpa batas. Jadi, pikirkan dengan bijak saat anda sudah memasuki era gadget saat ini !
Belajar dari Burung Merpati, Tulus, Sabar, Kerjasam
1. Merpati adalah burung yang tidak pernah mendua hati. Coba perhatikan, apakah ada merpati yang suka berganti pasangan ? Jawabannya adalah “TIDAK” !! Pasangannya cukup 1 seumur hidupnya.
2. Merpati adalah burung yang tahu kemana dia harus pulang. Betapapun merpati terbang jauh, dia tidak pernah tersesat untuk pulang. Pernahkah ada merpati yang pulang ke rumah lain ? Jawabannya adalah “TIDAK” !!
3. Merpati adalah burung yang romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu. Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci ? Jawabannya adalah “TIDAK” !!
4. Burung merpati tahu bagaimana pentingnya bekerja sama. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga di luar kandang. Dan apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Pernahkah kita melihat mereka saling melempar pekerjaannya ? Jawabannya adalah “TIDAK” !!
5. Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan “KEPAHITAN” sehingga tidak menyimpan DENDAM !!Jika seekor burung merpati bisa melakukan hal-hal di atas, mengapa manusia tidak bisa ??Hidup itu indah jika kita saling MENGERTI, BERBAGI, dan MENGHARGAI !!
2. Merpati adalah burung yang tahu kemana dia harus pulang. Betapapun merpati terbang jauh, dia tidak pernah tersesat untuk pulang. Pernahkah ada merpati yang pulang ke rumah lain ? Jawabannya adalah “TIDAK” !!
3. Merpati adalah burung yang romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu. Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci ? Jawabannya adalah “TIDAK” !!
4. Burung merpati tahu bagaimana pentingnya bekerja sama. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga di luar kandang. Dan apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Pernahkah kita melihat mereka saling melempar pekerjaannya ? Jawabannya adalah “TIDAK” !!
5. Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan “KEPAHITAN” sehingga tidak menyimpan DENDAM !!Jika seekor burung merpati bisa melakukan hal-hal di atas, mengapa manusia tidak bisa ??Hidup itu indah jika kita saling MENGERTI, BERBAGI, dan MENGHARGAI !!
PENGERTIAN KOMPUTER
PENGERTIAN KOMPUTER
1. Input Device, adalah perangkat-perangkat keras komputer yang berfungsi untuk memasukkan data ke dalam memori komputer, seperti keyboard, mouse, joystick dan lain-lain.
2. Prosesor, adalah perangkat utama komputer yang mengelola seluruh aktifitas komputer itu sendiri. Prosesor terdiri dari dua bagian utama, yaitu ;
• Control Unit (CU), merupakan komponen utama prosesor yang mengontrol semua perangkat yang terpasang pada komputer, mulai dari input device sampai output device.
• Arithmetic Logic Unit (ALU), merupakan bagian dari prosesor yang khusus mengolah data aritmatika (menambah, mengurang dll) serta data logika (perbandingan).
3. Memori adalah media penyimpan data pada komputer.
Memori terbagi atas dua macam, yaitu ;
• Read Only Memory (ROM), yaitu memori yang hanya bisa dibaca saja, tidak dapat dirubah dan dihapus dan sudah diisi oleh pabrik pembuat komputer. Isi ROM diperlukan pada saat komputer dihidupkan. Perintah yang ada pada ROM sebagian akan dipindahkan ke RAM. Perintah yang ada di ROM antara lain adalah perintah untuk membaca sistem operasi dari disk, perintah untuk mencek semua peralatan yang ada di unit sistem dan perintah untuk menampilkan pesan di layar. Isi ROM tidak akan hilang meskipun tidak ada aliran listrik. Tapi pada saat sekarang ini ROM telah mengalami perkembangan dan banyak macamnya, diantaranya :
•PROM (Programable ROM), yaitu ROM yang bisa kita program kembali dengan catatan hanya boleh satu kali perubahan setelah itu tidak dapat lagi diprogram.
•RPROM (Re-Programable ROM), merupakan perkembangan dari versi PROM dimana kita dapat melakukan perubahan berulangkali sesuai dengan yang diinginkan.
•EPROM (Erasable Program ROM), merupakan ROM yangdapat kita hapus dan program kembali, tapi cara penghapusannya dengan menggunakan sinar ultraviolet.
•EEPROM (Electrically Erasable Program ROM), perkembangan mutakhir dari ROM dimana kita dapat mengubahdan menghapus program ROM dengan menggunakan teknikelektrik. EEPROM ini merupakan jenis yang paling banyak digunakan saat ini.
• Random Access Memori (RAM), dari namanya kita dapat artikan bahwa RAM adalah memori yang dapat diakses secara random. RAM berfungsi untuk menyimpan program yang kita olah untuk sementara waktu (power on) jika komputer kita matikan, maka seluruh data yang tersimpan dalam RAM akan hilang. Tujuan dari RAM ini adalah mempercepat pemroses data pada komputer. Agar data yang kita buat tidak dapat hilang pada saat komputer dimatikan, maka diperlukan media penyimpanan eksternal, seperti Disket, Harddisk, flash disk, PCMCIA card dan lain-lain.
4. Output Device, adalah perangkat komputer yang berguna untuk menghasilkan keluaran, apakah itu ke kertas (hardcopy), ke layar monitor (softcopy) atau keluaran berupa suara. Contohnya printer, speaker, plotter, monitor dan banyak yang lainnya. Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa prinsip kerja komputer tersebut diawali memasukkan data dari perangkat input, lalu data tersebut diolah sedemikian rupa oleh CPU sesuai yang kita inginkan dan data yang telah diolah tadi disimpan dalam memori komputer atau disk. Data yang disimpan dapat kita lihat hasilnya melalui perangkat keluaran.
1. Input Device, adalah perangkat-perangkat keras komputer yang berfungsi untuk memasukkan data ke dalam memori komputer, seperti keyboard, mouse, joystick dan lain-lain.
2. Prosesor, adalah perangkat utama komputer yang mengelola seluruh aktifitas komputer itu sendiri. Prosesor terdiri dari dua bagian utama, yaitu ;
• Control Unit (CU), merupakan komponen utama prosesor yang mengontrol semua perangkat yang terpasang pada komputer, mulai dari input device sampai output device.
• Arithmetic Logic Unit (ALU), merupakan bagian dari prosesor yang khusus mengolah data aritmatika (menambah, mengurang dll) serta data logika (perbandingan).
3. Memori adalah media penyimpan data pada komputer.
Memori terbagi atas dua macam, yaitu ;
• Read Only Memory (ROM), yaitu memori yang hanya bisa dibaca saja, tidak dapat dirubah dan dihapus dan sudah diisi oleh pabrik pembuat komputer. Isi ROM diperlukan pada saat komputer dihidupkan. Perintah yang ada pada ROM sebagian akan dipindahkan ke RAM. Perintah yang ada di ROM antara lain adalah perintah untuk membaca sistem operasi dari disk, perintah untuk mencek semua peralatan yang ada di unit sistem dan perintah untuk menampilkan pesan di layar. Isi ROM tidak akan hilang meskipun tidak ada aliran listrik. Tapi pada saat sekarang ini ROM telah mengalami perkembangan dan banyak macamnya, diantaranya :
•PROM (Programable ROM), yaitu ROM yang bisa kita program kembali dengan catatan hanya boleh satu kali perubahan setelah itu tidak dapat lagi diprogram.
•RPROM (Re-Programable ROM), merupakan perkembangan dari versi PROM dimana kita dapat melakukan perubahan berulangkali sesuai dengan yang diinginkan.
•EPROM (Erasable Program ROM), merupakan ROM yangdapat kita hapus dan program kembali, tapi cara penghapusannya dengan menggunakan sinar ultraviolet.
•EEPROM (Electrically Erasable Program ROM), perkembangan mutakhir dari ROM dimana kita dapat mengubahdan menghapus program ROM dengan menggunakan teknikelektrik. EEPROM ini merupakan jenis yang paling banyak digunakan saat ini.
• Random Access Memori (RAM), dari namanya kita dapat artikan bahwa RAM adalah memori yang dapat diakses secara random. RAM berfungsi untuk menyimpan program yang kita olah untuk sementara waktu (power on) jika komputer kita matikan, maka seluruh data yang tersimpan dalam RAM akan hilang. Tujuan dari RAM ini adalah mempercepat pemroses data pada komputer. Agar data yang kita buat tidak dapat hilang pada saat komputer dimatikan, maka diperlukan media penyimpanan eksternal, seperti Disket, Harddisk, flash disk, PCMCIA card dan lain-lain.
4. Output Device, adalah perangkat komputer yang berguna untuk menghasilkan keluaran, apakah itu ke kertas (hardcopy), ke layar monitor (softcopy) atau keluaran berupa suara. Contohnya printer, speaker, plotter, monitor dan banyak yang lainnya. Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa prinsip kerja komputer tersebut diawali memasukkan data dari perangkat input, lalu data tersebut diolah sedemikian rupa oleh CPU sesuai yang kita inginkan dan data yang telah diolah tadi disimpan dalam memori komputer atau disk. Data yang disimpan dapat kita lihat hasilnya melalui perangkat keluaran.
pengertian bahasa pemograman c++
pengertian bahasa pemograman c++
C++ adalah sebuah bahasa pemrograman yang memiliki banyak dialek, seperti bahasa orang yang banyak memiliki dialek. Dalam C++, dialek bukan disebabkan oleh karena si pembicara berasal dari Jepang atau Indonesia, melainkan karena bahasa ini memiliki beberapa kompiler yang berbeda. Ada empat kompiler umum yaitu : C++ Borland, C++ Microsoft Visual, C/386 Watcom, dan DJGPP. Anda dapat mendownload DJGPP atau mungkin saja anda telah memiliki kompiler lain.
Setiap kompiler ini agak berbeda. Setiap kompiler akan dapat menjalankan fungsi fungsi standar C++ ANSI/ISO, tetapi masing masing kompiler juga akan dapat menjalankan fungsi fungsi nonstandard (fungsi fungsi ini, agak mirip dengan ucapan yang tidak standar yang diucapkan orang diberbagai pelosok negeri. Sebagai contoh, di New Orleans kata median disebut neutral ground). Kadang kadang pemakaian fungsi nonstandard akan menimbulkan masalah pada saat anda hendak mengkompilasi kode sumber data (source code) (yaitu program berbahasa C++ yang ditulis oleh seorang programer) mempergunakan kompiler yang berbeda. Tutorial ini tidak terlepas dari masalah seperti itu.
Bila anda belum mempunyai sebuah kompiler, disarankan agar anda segera memiliki sebuah kompiler. Sebuah kompiler sederhana sudah cukup untuk dipergunakan oleh anda dalam mengikuti tutorial ini.
Bahasa pemrograman C++ adalah bahasa yang amat berbeda. Untuk kompiler C++ berbasis DOS, akan memerlukan beberapa kata kunci (keywords); keyword sendiri tidak cukup untuk difungsikan sebagai input dan output. Walau hampir semua fungsi dalam file library tampaknya bias diakses oleh header filenya. Coba kita lihat program sesungguhnya :
#include
int main()
{
cout<<”HEY, you, I’m alive! Oh, and Hello World!”; return 0; } Marilah kita lihat elemen dari program diatas. Tanda #include adalah sebuah prosesor pengarah yang mengatakan kepada kompiler untukmeletakan kode dari header file iostream.h kedalam program. Dengan menyertakan header file, anda dapat mengakses banyak fungsi fungsi berbeda. Dalam contoh diatas, fungsi cout memerlukan file iostream.h. Pada baris berikutnya yang penting adalah int main(). Baris ini mengatakan kepada kompiler bahwa ada sebuah fungsi bernama main, yang mana fungsi itu mengembalikan sebuah integer, sehingga diberi tanda int. Tanda kurung ({ dan }) menandakan awal dan akhir fungsi dalam program diatas dan menghentikan kode lainnya. Jika anda memakai bahasa Pascal, anda akan mempergunakan perintah BEGIN dan END. Baris berikutnya dari program diatas agak aneh. Jika anda menulis sebuah program mempergunakan bahasa lain, anda akan mengetahui bahwa perintah print akan menampilkan text di layar monitor. Dalam bahasa C++ tidaklah demikian, pemakaian fungsi cout dipakai untuk menampilkan text di layar monitor anda. Itu juga memakai tanda atau symbol <;<; , yang diketahui sebagai operator pemasukan ( insertion operators). Tanda tersebut mengatakan kepada kompiler agar segera menghasilkan output sesuai dengan input anda. Tanda semicolon ditambahkan kedalam bagian akhir dari semua fungsi yang dipanggil dalam bahasa C++; tanda seterusnya memperlihatkan variable yang anda deklarasikan. Pada baris itu juga ada kode yang memerintahkan fungsi main kembali ke 0. Pada saat satu kali kembali diproses, itu dilakukan melalui system operasi. Sebagai catatan, pendeklarasian fungsi main yang tidak diinginkan memiliki proses kembali, dapa ditambahkan – void main() – dan biasanya itu berfungsi dengan baik; namun cara ini merupakan cara yang kurang baik. Tanda kurung terakhir berperan sebagai penutup agar fungsi dihentikan. Anda bias mencobamengoperasikan fungsi ini didalam sebuah kompiler. Anda dapat melakukan cut dan paste kode diatas kedalam sebuah file, dan menyimpannya sebagai file.cpp, dan kemudian anda buka file itu dari dalam kompiler anda. Jika anda memakai baris perintah kompiler seperti yang ada dalam Borland C++ 5.5, sebaiknya anda membaca dahulu instruksi kompiler tentang bagaimana cara melakukan kompilasi (how to compile). Comment atau komentar sering dipakai dalam penulisan program. Ketika anda mengatakan kepada kompiler bahwa sebuah bagian dari program anda adalah tex komentar, kompiler tidak akan memasukan itu sebagai perintah pemrograman. Untuk membua sebuah komentar dipergunakan tanda //, yang mengaakan kepada kompiler bahwa baris berikut adalah komentar, atau memakai tanda /* dan kemudian diakhiri tanda */ untuk menandai bahwa segala yang ada antara kedua tanda ini adalah komentar. Beberapa kompiler akan mengubah warna area komentar, tetapi beberapa kompiler lain tidak. Berhati hatilah dalam menulis program anda agar kode program anda tidak dianggap sebagai komentar oleh kompiler karena dapat mempengaruhi output program yang anda buat. Selanjutnya anda harus dapa menuliskan program sederhana untuk menampilkan informasi yang anda ketikan kedalamnya. Selain itu, program juga bisa dibuat untuk menerima input. Fungsi yang dipakai adalah cin, dan diikuti dengan tanda >>.
Tentu saja sebelum anda mencoba menerima input, anda harus memiliki tempat penyimpan input. Dalam pemrograman, input dan data disimpan dalam variable. Ada beberapa jenis variable. Pada saat anda ingin mengatakan kepada kompiler sebuah variable yang anda deklarasikan, anda harus menyertakan tipe data dan nama dari variable itu. Beberapa cara dasar adalah dengan menuliskan include char, int, dan float.
Sebuah variabel char menyimpan sebuah karakter tunggal; variabel int akan menyimpan integer (bukan bilangan desimal), dan variables float akan menyimpan bilangan desimal. Setiap variable – char, int, dan float – merupakan sebuah kata kunci (keyword) yang and pergunakan pada saat anda mendeklarasikan sebuah variabel. Untuk mendeklarasikan sebuah variable anda memakai syntax type . Ini diijinkan untuk mendeklarasikan variable multiple dari jenis variable yang sama pada baris yang sama; masing masing variabelnya dipisahkan dengan tanda koma. Deklarasi sebuah variable atau sekelompok variabel dapat diikuti tanda semicolon (Catatan, tanda ini sama dengan yang diterapkan pada prosedur dimana anda akan memanggil sebuah fungsi).
Jika anda tidak memakai sebuah variable yang dideklarasikan sebelumnya. program anda tidak akan dapat dioperasikan (atau di run), dan anda akan menerima pesan error yang memberitahu anda bahwa anda telah melakukan kesalahan.
Berikut adalah beberapa contoh deklarasi variable:
int x;
int a, b, c, d;
char letter;
float the_float;
Walaupun anda boleh memiliki banyak variable dengan jenis yang sama, anda tidak dapat memiliki variable dengan nama yang sama. Begitu pula anda tidak dapat memiliki variable dan fungsi dengan nama yang sama.
#include <>
int
main()
{
int thisisanumber;
cout<<”Please enter a number:”; cin>>thisisanumber;
cout<<”You entered: “< return 0; } Coba kita bahas program diatas ini setiap barisnya. Keyword int mendeklarasikan thisisanumber menjadi sebuah bilangan integer. Fungsi cin>> membaca sebuah nilai ke dalam thisisanumber; user harus menekan tombol enter sebelum bilangan bias dibaca oleh program. Ingatlah, bahwa variable yang telah dideklarasikan adalah sebuah integer; jika user cenderung nmenulis bilangan decimal, itu akan diproses dengan tidak tepat (sebab komponen desimal dari bilangan itu akan ditolek). Cobalah menuliskan satu baris karakter atau bilangan desimal ketika anda mengoperasikan program diatas; hasil yang didapat bervariasi dari input ke input, tetapi bila tidak ada masalah akan tampak bagus. Ingatlah ketika mencetak sebuah variabel, tanda quotation tidak dipakai. Apabila ada tanda quotation, maka hasilnya adalah “You Entered: thisisanumber.”
Apabila tanda quotation dihilangkan, maka kompiler akan menganggap itu sebuah variabel, dan karena itu program akan melakukan pengecekan atas nilai variabel agar dapat mengganti nama variabel dengan variable pada saat eksekusi fungsi output. Jangan bimbang dengan adanya dua operator pemasukan dalam satu baris program. Anda bisa juga memasukan beberapa operator pemasuka dalam satu baris selama tiap operator pemasukan menghasilkan output yang berbeda; anda perlu memisahkan literal string (yaitu string yang tertutup dalam tanda quotation) dan variabel dengan menaruh masing masing operator pemasukannya (each insertion operators) (yaitu tanda <<).
Bila anda hendak mencoba untuk meletakan dua variabel bersama sama dalam satu baris program seperti tanda <;<; hasilnya adalah pesan eror; maka janganlah melakukan itu.
Jangan lupa untuk mengakhiri fungsi fungsi dan deklarasi dengan sebuah tanda semicolon. Jika anda lupa memberi tanda semicolon, kompiler akan memberi anda sebuah pesan eror pada saat anda melakukan kompilasi program anda.
C++ adalah sebuah bahasa pemrograman yang memiliki banyak dialek, seperti bahasa orang yang banyak memiliki dialek. Dalam C++, dialek bukan disebabkan oleh karena si pembicara berasal dari Jepang atau Indonesia, melainkan karena bahasa ini memiliki beberapa kompiler yang berbeda. Ada empat kompiler umum yaitu : C++ Borland, C++ Microsoft Visual, C/386 Watcom, dan DJGPP. Anda dapat mendownload DJGPP atau mungkin saja anda telah memiliki kompiler lain.
Setiap kompiler ini agak berbeda. Setiap kompiler akan dapat menjalankan fungsi fungsi standar C++ ANSI/ISO, tetapi masing masing kompiler juga akan dapat menjalankan fungsi fungsi nonstandard (fungsi fungsi ini, agak mirip dengan ucapan yang tidak standar yang diucapkan orang diberbagai pelosok negeri. Sebagai contoh, di New Orleans kata median disebut neutral ground). Kadang kadang pemakaian fungsi nonstandard akan menimbulkan masalah pada saat anda hendak mengkompilasi kode sumber data (source code) (yaitu program berbahasa C++ yang ditulis oleh seorang programer) mempergunakan kompiler yang berbeda. Tutorial ini tidak terlepas dari masalah seperti itu.
Bila anda belum mempunyai sebuah kompiler, disarankan agar anda segera memiliki sebuah kompiler. Sebuah kompiler sederhana sudah cukup untuk dipergunakan oleh anda dalam mengikuti tutorial ini.
Bahasa pemrograman C++ adalah bahasa yang amat berbeda. Untuk kompiler C++ berbasis DOS, akan memerlukan beberapa kata kunci (keywords); keyword sendiri tidak cukup untuk difungsikan sebagai input dan output. Walau hampir semua fungsi dalam file library tampaknya bias diakses oleh header filenya. Coba kita lihat program sesungguhnya :
#include
int main()
{
cout<<”HEY, you, I’m alive! Oh, and Hello World!”; return 0; } Marilah kita lihat elemen dari program diatas. Tanda #include adalah sebuah prosesor pengarah yang mengatakan kepada kompiler untukmeletakan kode dari header file iostream.h kedalam program. Dengan menyertakan header file, anda dapat mengakses banyak fungsi fungsi berbeda. Dalam contoh diatas, fungsi cout memerlukan file iostream.h. Pada baris berikutnya yang penting adalah int main(). Baris ini mengatakan kepada kompiler bahwa ada sebuah fungsi bernama main, yang mana fungsi itu mengembalikan sebuah integer, sehingga diberi tanda int. Tanda kurung ({ dan }) menandakan awal dan akhir fungsi dalam program diatas dan menghentikan kode lainnya. Jika anda memakai bahasa Pascal, anda akan mempergunakan perintah BEGIN dan END. Baris berikutnya dari program diatas agak aneh. Jika anda menulis sebuah program mempergunakan bahasa lain, anda akan mengetahui bahwa perintah print akan menampilkan text di layar monitor. Dalam bahasa C++ tidaklah demikian, pemakaian fungsi cout dipakai untuk menampilkan text di layar monitor anda. Itu juga memakai tanda atau symbol <;<; , yang diketahui sebagai operator pemasukan ( insertion operators). Tanda tersebut mengatakan kepada kompiler agar segera menghasilkan output sesuai dengan input anda. Tanda semicolon ditambahkan kedalam bagian akhir dari semua fungsi yang dipanggil dalam bahasa C++; tanda seterusnya memperlihatkan variable yang anda deklarasikan. Pada baris itu juga ada kode yang memerintahkan fungsi main kembali ke 0. Pada saat satu kali kembali diproses, itu dilakukan melalui system operasi. Sebagai catatan, pendeklarasian fungsi main yang tidak diinginkan memiliki proses kembali, dapa ditambahkan – void main() – dan biasanya itu berfungsi dengan baik; namun cara ini merupakan cara yang kurang baik. Tanda kurung terakhir berperan sebagai penutup agar fungsi dihentikan. Anda bias mencobamengoperasikan fungsi ini didalam sebuah kompiler. Anda dapat melakukan cut dan paste kode diatas kedalam sebuah file, dan menyimpannya sebagai file.cpp, dan kemudian anda buka file itu dari dalam kompiler anda. Jika anda memakai baris perintah kompiler seperti yang ada dalam Borland C++ 5.5, sebaiknya anda membaca dahulu instruksi kompiler tentang bagaimana cara melakukan kompilasi (how to compile). Comment atau komentar sering dipakai dalam penulisan program. Ketika anda mengatakan kepada kompiler bahwa sebuah bagian dari program anda adalah tex komentar, kompiler tidak akan memasukan itu sebagai perintah pemrograman. Untuk membua sebuah komentar dipergunakan tanda //, yang mengaakan kepada kompiler bahwa baris berikut adalah komentar, atau memakai tanda /* dan kemudian diakhiri tanda */ untuk menandai bahwa segala yang ada antara kedua tanda ini adalah komentar. Beberapa kompiler akan mengubah warna area komentar, tetapi beberapa kompiler lain tidak. Berhati hatilah dalam menulis program anda agar kode program anda tidak dianggap sebagai komentar oleh kompiler karena dapat mempengaruhi output program yang anda buat. Selanjutnya anda harus dapa menuliskan program sederhana untuk menampilkan informasi yang anda ketikan kedalamnya. Selain itu, program juga bisa dibuat untuk menerima input. Fungsi yang dipakai adalah cin, dan diikuti dengan tanda >>.
Tentu saja sebelum anda mencoba menerima input, anda harus memiliki tempat penyimpan input. Dalam pemrograman, input dan data disimpan dalam variable. Ada beberapa jenis variable. Pada saat anda ingin mengatakan kepada kompiler sebuah variable yang anda deklarasikan, anda harus menyertakan tipe data dan nama dari variable itu. Beberapa cara dasar adalah dengan menuliskan include char, int, dan float.
Sebuah variabel char menyimpan sebuah karakter tunggal; variabel int akan menyimpan integer (bukan bilangan desimal), dan variables float akan menyimpan bilangan desimal. Setiap variable – char, int, dan float – merupakan sebuah kata kunci (keyword) yang and pergunakan pada saat anda mendeklarasikan sebuah variabel. Untuk mendeklarasikan sebuah variable anda memakai syntax type . Ini diijinkan untuk mendeklarasikan variable multiple dari jenis variable yang sama pada baris yang sama; masing masing variabelnya dipisahkan dengan tanda koma. Deklarasi sebuah variable atau sekelompok variabel dapat diikuti tanda semicolon (Catatan, tanda ini sama dengan yang diterapkan pada prosedur dimana anda akan memanggil sebuah fungsi).
Jika anda tidak memakai sebuah variable yang dideklarasikan sebelumnya. program anda tidak akan dapat dioperasikan (atau di run), dan anda akan menerima pesan error yang memberitahu anda bahwa anda telah melakukan kesalahan.
Berikut adalah beberapa contoh deklarasi variable:
int x;
int a, b, c, d;
char letter;
float the_float;
Walaupun anda boleh memiliki banyak variable dengan jenis yang sama, anda tidak dapat memiliki variable dengan nama yang sama. Begitu pula anda tidak dapat memiliki variable dan fungsi dengan nama yang sama.
#include <>
int
main()
{
int thisisanumber;
cout<<”Please enter a number:”; cin>>thisisanumber;
cout<<”You entered: “< return 0; } Coba kita bahas program diatas ini setiap barisnya. Keyword int mendeklarasikan thisisanumber menjadi sebuah bilangan integer. Fungsi cin>> membaca sebuah nilai ke dalam thisisanumber; user harus menekan tombol enter sebelum bilangan bias dibaca oleh program. Ingatlah, bahwa variable yang telah dideklarasikan adalah sebuah integer; jika user cenderung nmenulis bilangan decimal, itu akan diproses dengan tidak tepat (sebab komponen desimal dari bilangan itu akan ditolek). Cobalah menuliskan satu baris karakter atau bilangan desimal ketika anda mengoperasikan program diatas; hasil yang didapat bervariasi dari input ke input, tetapi bila tidak ada masalah akan tampak bagus. Ingatlah ketika mencetak sebuah variabel, tanda quotation tidak dipakai. Apabila ada tanda quotation, maka hasilnya adalah “You Entered: thisisanumber.”
Apabila tanda quotation dihilangkan, maka kompiler akan menganggap itu sebuah variabel, dan karena itu program akan melakukan pengecekan atas nilai variabel agar dapat mengganti nama variabel dengan variable pada saat eksekusi fungsi output. Jangan bimbang dengan adanya dua operator pemasukan dalam satu baris program. Anda bisa juga memasukan beberapa operator pemasuka dalam satu baris selama tiap operator pemasukan menghasilkan output yang berbeda; anda perlu memisahkan literal string (yaitu string yang tertutup dalam tanda quotation) dan variabel dengan menaruh masing masing operator pemasukannya (each insertion operators) (yaitu tanda <<).
Bila anda hendak mencoba untuk meletakan dua variabel bersama sama dalam satu baris program seperti tanda <;<; hasilnya adalah pesan eror; maka janganlah melakukan itu.
Jangan lupa untuk mengakhiri fungsi fungsi dan deklarasi dengan sebuah tanda semicolon. Jika anda lupa memberi tanda semicolon, kompiler akan memberi anda sebuah pesan eror pada saat anda melakukan kompilasi program anda.
Resep Membuat Permen Coklat/Chocolate
Permen Coklat
Bahan :
100 gr White Coklat
Pewarna Permen merah, kuning, hijau
250 gr Dark Coklat
Bahan Isi :
100 gr Dark Coklat
50 gr Kacang Mede, Goreng, Cincang halus
50 gr Buah Kering, Cincang Halus
Cara Membuat :
Tim White Coklat hingga meleleh. Bagi tiga bagian, bubuhi warna merah, kuning, dan hijau. Tuang didasar cetakan permen coklat, sisihkan.
Buat isi :
Cairkan dark coklat. Bagi 2 bagian, 1 bagian tambahkan mede dan 1 bagian lagi buah kering.
Bentuk bulat kecil lalu letakkan diatas coklat yang telah dicetak.
Cairkan dark coklat lalu siramkan diatas bagian isi.
Dinginkan, setelah beku keluarkan dari cetakan. Rajaresep.com
* Resep Membuat Kue Pancong
* Resep membuat Keripik Tempe Renyah
* Resep Cemilan Kue Tambang
* Resep Cemilan Kembang Goyang
* Resep Bakso Goreng Teri
* Resep Kentang goreng Renyah dan Sehat
* Kacang Mede Goreng Ebi
Bahan :
100 gr White Coklat
Pewarna Permen merah, kuning, hijau
250 gr Dark Coklat
Bahan Isi :
100 gr Dark Coklat
50 gr Kacang Mede, Goreng, Cincang halus
50 gr Buah Kering, Cincang Halus
Cara Membuat :
Tim White Coklat hingga meleleh. Bagi tiga bagian, bubuhi warna merah, kuning, dan hijau. Tuang didasar cetakan permen coklat, sisihkan.
Buat isi :
Cairkan dark coklat. Bagi 2 bagian, 1 bagian tambahkan mede dan 1 bagian lagi buah kering.
Bentuk bulat kecil lalu letakkan diatas coklat yang telah dicetak.
Cairkan dark coklat lalu siramkan diatas bagian isi.
Dinginkan, setelah beku keluarkan dari cetakan. Rajaresep.com
* Resep Membuat Kue Pancong
* Resep membuat Keripik Tempe Renyah
* Resep Cemilan Kue Tambang
* Resep Cemilan Kembang Goyang
* Resep Bakso Goreng Teri
* Resep Kentang goreng Renyah dan Sehat
* Kacang Mede Goreng Ebi
CARA BUAT DONAT JCO
Bahan A:
425 gr tepung protein tinggi
1 sdm ragi instant
300 ml air
Bahan B:
100 gr tepung protein tinggi
1/2 sdt garam
30 gr susu bubuk FC
65 gr gula pasir
1 btr telur
60 gr mentega
Cara membuat:
1. Aduk bahan A sampai rata, istirahatkan selama 90 menit diwadah tertutup, jadikan sebagai bahan biang.
2. Campur adonan A dengan bahan B, lalu uleni sampai kalis. Lk. 10 menit. Istirahatkan diwadah tertutup selama 15 menit.
3. Gilas tipis adonan setebal lk. 1 cm, diamkan 10 menit, cetak dengan cetakan bentuk donat, diamkan 10 menit lagi.
4. Goreng dalam minyak padat dengan api kcil saja hingga berwarna kuning kecoklatan.
5. Angkat, dinginkan. Beri topping sesuai selera.
425 gr tepung protein tinggi
1 sdm ragi instant
300 ml air
Bahan B:
100 gr tepung protein tinggi
1/2 sdt garam
30 gr susu bubuk FC
65 gr gula pasir
1 btr telur
60 gr mentega
Cara membuat:
1. Aduk bahan A sampai rata, istirahatkan selama 90 menit diwadah tertutup, jadikan sebagai bahan biang.
2. Campur adonan A dengan bahan B, lalu uleni sampai kalis. Lk. 10 menit. Istirahatkan diwadah tertutup selama 15 menit.
3. Gilas tipis adonan setebal lk. 1 cm, diamkan 10 menit, cetak dengan cetakan bentuk donat, diamkan 10 menit lagi.
4. Goreng dalam minyak padat dengan api kcil saja hingga berwarna kuning kecoklatan.
5. Angkat, dinginkan. Beri topping sesuai selera.
kelebihan linux
1. Tidak memerlukan perangkat keras yang mahal. Linux dapat berjalan pada komputer PC dengan konfigurasi minimal sbb :
* Mikroprosesor 386 DX (intel, AMD, Cyrix, TI, Chips&Tech.)
* RAM 4 MB (tanpa GUI) dan 8 MB (dengan GUI)
* Space harddisk 85 MB
2. Linux merupakan sistem operasi FULL 32-bit. Tak ada kode 16-bit atau campuran keduanya dalam setiap aplikasinya, sehingga kecil kemungkinan terjadi crash (bentrok) antar aplikasi.
3. Preemptive multitasking, yaitu menangani banyak proses secara bersamaan, semua proses tersebut tidak saling menghalangi/ menghambat walaupun berjalan pada saat yang sama.
4. Multiuser, yaitu lebih dari satu orang dapat menggunakan program yang sama/ berbeda-beda dari satu mesin yang sama pada saat bersamaan di terminal yang sama/berbeda.
5. Multiconsole. Dalam satu komputer, pengguna dapat melakukan login dengan nama user yang sama/berbeda lebih dari satu kali, tanpa perlu menutup sesi sebelumnya.
6. Linux memiliki grafis antarmuka (GUI) sebagaimana Operating System modern lainnya. Antarmuka grafisnya dinamakan X-Window System (bukan X-Windows) dengan pilihan tampilan yang bervariasi (dinamis).
7. Program - program maupun aplikasi-aplikasi networking tersedia dalam semua distribusi Linux (dalam CD atau disket), sehingga tak perlu mencari/membeli/mendownload aplikasi tambahan lagi.
8. Tidak perlu melakukan defragment. Linux memakai sistem file ext2fs (Second Extended File System) yang mempunyai keunggulan reduksi fragmentasi otomatis. Dengan memakai ext2fs, kinerja baca/tulis (akses) dari/ke harddisk tetap terjaga.
9. Dukungan akses 33 macam sistem file yang berbeda. Linux mampu mengakses sistem file FAT16, FAT32 (kepunyaan DOS), VFAT (Win), HPFS (OS/2), Minix, UFS (Solaris), Xenix, SCO, Novell, dsb.
10. Pertambahan Pengguna Linux yang pesat. Linux adalah varian UNIX(TM) yang tercatat mempunyai perkembangan paling pesat di seluruh dunia. Dengan semakin bertambahnya pengguna, semakin mudah mendapatkan dukungan dan driver untuk perangkat keras yang beragam. Situs-situs web yang didedikasikan untuk menyebarkan informasi mengenai Linux serta ajang diskusi tentang Linux juga semakin bertambah jumlahnya.
11. Remote Control. Setiap pengguna Linux yang memanfaatkan port 23 dengan program Telnet dapat mengendalikan komputer Linux dari jarak jauh, kapan pun, dari mana pun, seperti seolah - olah sang pengguna berada di hadapannya secara langsung.
* Mikroprosesor 386 DX (intel, AMD, Cyrix, TI, Chips&Tech.)
* RAM 4 MB (tanpa GUI) dan 8 MB (dengan GUI)
* Space harddisk 85 MB
2. Linux merupakan sistem operasi FULL 32-bit. Tak ada kode 16-bit atau campuran keduanya dalam setiap aplikasinya, sehingga kecil kemungkinan terjadi crash (bentrok) antar aplikasi.
3. Preemptive multitasking, yaitu menangani banyak proses secara bersamaan, semua proses tersebut tidak saling menghalangi/ menghambat walaupun berjalan pada saat yang sama.
4. Multiuser, yaitu lebih dari satu orang dapat menggunakan program yang sama/ berbeda-beda dari satu mesin yang sama pada saat bersamaan di terminal yang sama/berbeda.
5. Multiconsole. Dalam satu komputer, pengguna dapat melakukan login dengan nama user yang sama/berbeda lebih dari satu kali, tanpa perlu menutup sesi sebelumnya.
6. Linux memiliki grafis antarmuka (GUI) sebagaimana Operating System modern lainnya. Antarmuka grafisnya dinamakan X-Window System (bukan X-Windows) dengan pilihan tampilan yang bervariasi (dinamis).
7. Program - program maupun aplikasi-aplikasi networking tersedia dalam semua distribusi Linux (dalam CD atau disket), sehingga tak perlu mencari/membeli/mendownload aplikasi tambahan lagi.
8. Tidak perlu melakukan defragment. Linux memakai sistem file ext2fs (Second Extended File System) yang mempunyai keunggulan reduksi fragmentasi otomatis. Dengan memakai ext2fs, kinerja baca/tulis (akses) dari/ke harddisk tetap terjaga.
9. Dukungan akses 33 macam sistem file yang berbeda. Linux mampu mengakses sistem file FAT16, FAT32 (kepunyaan DOS), VFAT (Win), HPFS (OS/2), Minix, UFS (Solaris), Xenix, SCO, Novell, dsb.
10. Pertambahan Pengguna Linux yang pesat. Linux adalah varian UNIX(TM) yang tercatat mempunyai perkembangan paling pesat di seluruh dunia. Dengan semakin bertambahnya pengguna, semakin mudah mendapatkan dukungan dan driver untuk perangkat keras yang beragam. Situs-situs web yang didedikasikan untuk menyebarkan informasi mengenai Linux serta ajang diskusi tentang Linux juga semakin bertambah jumlahnya.
11. Remote Control. Setiap pengguna Linux yang memanfaatkan port 23 dengan program Telnet dapat mengendalikan komputer Linux dari jarak jauh, kapan pun, dari mana pun, seperti seolah - olah sang pengguna berada di hadapannya secara langsung.
Keunggulan dan Kelemahan Windows 7

Windows 7 versi beta (uji coba) telah terilis dan dikabarkan akhir tahun ini atau awal tahun 2010 versi finalnya akan muncul. Sebenarnya, Windows 7merupakan anak turunannya dari Windows Vista. Dimana tidak terlalu mencolok perubahannya. Sedangkan kalo perubahan dari Windows 2000 ke XP, maupun XP ke Windows Vista, terjadi perubahan total.
Dan yang menjadi pertanyaan disini, apa sih keunggulan dan kelemahanwindows 7 yang merupakan produk sistem operasi dari microsoft itu dari versi-versi windows sebelumnya??
Kelebihan :
1. proses boot/shut down lebih cepat
2. konsumsi daya CPU, hard disk (HD) dan memori yang dibutuhkan system service lebih sedikit
3. Mengoptimisasi prefetching baik untuk HD maupun SSD
4. Tampilan Lebih bagus dari segi 3 demensinya yang menonjol
5. Fitur sekurity yang benar-benar ketat.
Kelemahan / Kekurangan :
1. Beberapa aplikasi belum bisa beroperasi di Windows 7
2. Bug pada Windows Player 12
3. Ada hardware yang bisa langsung dikenali di Vista, tapi tidak di Windows 7
4. Susah memaksa software yang sebelumnya bisa dipaksakan diinstall di Vista, juga dipasang di Windows 7
Namun karena yang muncul sekarang masih merupakan versi uji coba, sehingga masih terdapat banyak kekurangan. ”Tampilannya mendekati Windows Vista dan terlihat lebih hidup. Tetapi untuk secara keseluruhan memang belum bisa dinilai, karena versi finalnya belum keluar.
Dan yang menjadi pertanyaan disini, apa sih keunggulan dan kelemahanwindows 7 yang merupakan produk sistem operasi dari microsoft itu dari versi-versi windows sebelumnya??
Kelebihan :
1. proses boot/shut down lebih cepat
2. konsumsi daya CPU, hard disk (HD) dan memori yang dibutuhkan system service lebih sedikit
3. Mengoptimisasi prefetching baik untuk HD maupun SSD
4. Tampilan Lebih bagus dari segi 3 demensinya yang menonjol
5. Fitur sekurity yang benar-benar ketat.
Kelemahan / Kekurangan :
1. Beberapa aplikasi belum bisa beroperasi di Windows 7
2. Bug pada Windows Player 12
3. Ada hardware yang bisa langsung dikenali di Vista, tapi tidak di Windows 7
4. Susah memaksa software yang sebelumnya bisa dipaksakan diinstall di Vista, juga dipasang di Windows 7
Namun karena yang muncul sekarang masih merupakan versi uji coba, sehingga masih terdapat banyak kekurangan. ”Tampilannya mendekati Windows Vista dan terlihat lebih hidup. Tetapi untuk secara keseluruhan memang belum bisa dinilai, karena versi finalnya belum keluar.
APA YANG DIMAKSUD DENGAN KOMPUTER
APA YANG DIMAKSUD DENGAN KOMPUTER
Komputer adalah sebuah mesin yang dapat menerima dan memproses data sesuai perintah program yang tersimpan dan kemudian memberikan hasil melalui output devices (perangkat keluaran). Sebuah sistem manupulasi elektronik itu didesain dan diatur secara otomatis untuk menerima dan menyimpan, memprosesnya, dan hasil keluaran data masukannya tergantung pada instruksi program yang tersimpan.
Sebagai contoh kamu masukan banyak data menggunakan perangkat masukan, 5 + 4. Kemudian, data ini akan diproses didalam sebuah komputer. Proses ini akan ditahan oleh sebuah perangkat yang disebut prosesor. Setelah proses ini selesai, maka hasilnya akan ditahan oleh sebuah perangkat keluaran. Kadang, komputer perlu menyimpan proses tersebut untuk keperluan tertentu. Sebagai contoh untuk digunakan dimasa mendatang. Dalam hal ini komputer akan menyimpan prosesnya ke sebuah perangkat yang disebut storage (tempat penyimpanan). Itulah cara komputer bekerja.
Sekarang lihat semua perangkat proses. Pertama adalah input device (perangkat masukan). Ada banyak jenis input device. Yang paling umum digunakan adalah keyboard. Lainnya adalah mouse, light pen, microphone, track ball, camera (contoh webcam), dll. Kita dapat mengatakan bahwa input device adalah jenis perangkat yang dapat digunakan untuk memasukan banyak data ke sebuah komputer.
Perangkat kedua adalah Prosesor.
Ini adalah otak dari sebuah komputer dimana menahan semua proses data di dalam sebuah komputer. Prosesor dibuat didasarkan pada bahan semikonduktor seperti Germanium (Ge) dan Silicon (Si). Bentuk prosesor terdahulu tidak seperti bentuknya yang kita lihat sekarang. Ada perkembangan dalam pembuatan sebuah prosesor sampai kita dapatkan bentuknya yang sekarang.
Untuk pertama kalinya, komputer menggunakan vacuum tube (tabung hampa udara), sebuah alat elektronik untuk perhitungan. Vacuum tube berukuran besar. Dan satu komputer mungkin terdiri dari puluhan ribu vacuum tube. Itulah mengapa tidak heran jika generasi pertama dari komputer berukuran besar mungkin seperti sebuah rumah. Generasi kedua dari komputer dimulai dengan penemuan transistor untuk menggantikan penggunaan vacuum tube. Dampak dari penemuan ini adalah penurunan pada ukuran komputer. Ukuran dari transistor mungkin seperti sebuah ukuran kacang. Itulah mengapa ada sebuah penurunan berarti dalam ukuran komputer.
Generasi berikutnya menggunakan Integrated Circuit (IC) untuk menggantikan transistor. Satu IC mungkin terdiri dari ribuan transistor. Akhirnya IC juga mengalami perkembangan kebentuk VLSI (Very Large Scale Integration) yang mana terdiri dari ribuan IC. Itulah prosesor. Perangkat ketiga adalah output device (perangkat keluaran). Output device adalah perangkat yang menghasilkan informasi dari hasil proses komputer. Informasi ini dapat ditampilkan di dalam sebuah monitor, atau dapat didengarkan melalui speaker, atau dapat dibaca dalam bentuk cetakan seperti kertas.
Baru-baru ini, ada dua jenis monitor, Yang pertama adalah monitor CRT (Cathode Ray Tube) yang mana menggunakan tabung hampa udara itulah mengapa ukurannya besar. Kedua adalah LCD (Liquid Crystal Display). LCD mempunyai bentuk yang ramping dan mempunyai layar yang datar, yang digunakan juga untuk notebook dan laptop. Perangkat terakhir adalah storage (tempat menyimpan). Sesungguhnya perangkat ini digunakan untuk menyimpan informasi dari sebuah prosesor. Tempat penyimpanan yang paling umum adalah hard disk, flash disk, floppy disk, CDROM (optical disk), magnetic tape, dll.
Penggunaan komputer dalam kegiatan sehari-hari
Baru-baru ini, komputer digunakan oleh masyarakat untuk keperluan sebagai berikut:
1. Data Processing (Memproses Data). komputer digunakan dalam finansial dan pekerjaan komersial seperti tagihan, pengendali persediaan, dll.
2. Scientific Processing (Memproses ilmiah). Komputer digunakan untuk mendukung pengetahuan teknik nuklir, matematika, dll.
3. Multimedia. Contohnya adalah mengedit musik, membuat film animasi, mengedit film dan video, dll.
Komputer adalah sebuah mesin yang dapat menerima dan memproses data sesuai perintah program yang tersimpan dan kemudian memberikan hasil melalui output devices (perangkat keluaran). Sebuah sistem manupulasi elektronik itu didesain dan diatur secara otomatis untuk menerima dan menyimpan, memprosesnya, dan hasil keluaran data masukannya tergantung pada instruksi program yang tersimpan.
Sebagai contoh kamu masukan banyak data menggunakan perangkat masukan, 5 + 4. Kemudian, data ini akan diproses didalam sebuah komputer. Proses ini akan ditahan oleh sebuah perangkat yang disebut prosesor. Setelah proses ini selesai, maka hasilnya akan ditahan oleh sebuah perangkat keluaran. Kadang, komputer perlu menyimpan proses tersebut untuk keperluan tertentu. Sebagai contoh untuk digunakan dimasa mendatang. Dalam hal ini komputer akan menyimpan prosesnya ke sebuah perangkat yang disebut storage (tempat penyimpanan). Itulah cara komputer bekerja.
Sekarang lihat semua perangkat proses. Pertama adalah input device (perangkat masukan). Ada banyak jenis input device. Yang paling umum digunakan adalah keyboard. Lainnya adalah mouse, light pen, microphone, track ball, camera (contoh webcam), dll. Kita dapat mengatakan bahwa input device adalah jenis perangkat yang dapat digunakan untuk memasukan banyak data ke sebuah komputer.
Perangkat kedua adalah Prosesor.
Ini adalah otak dari sebuah komputer dimana menahan semua proses data di dalam sebuah komputer. Prosesor dibuat didasarkan pada bahan semikonduktor seperti Germanium (Ge) dan Silicon (Si). Bentuk prosesor terdahulu tidak seperti bentuknya yang kita lihat sekarang. Ada perkembangan dalam pembuatan sebuah prosesor sampai kita dapatkan bentuknya yang sekarang.
Untuk pertama kalinya, komputer menggunakan vacuum tube (tabung hampa udara), sebuah alat elektronik untuk perhitungan. Vacuum tube berukuran besar. Dan satu komputer mungkin terdiri dari puluhan ribu vacuum tube. Itulah mengapa tidak heran jika generasi pertama dari komputer berukuran besar mungkin seperti sebuah rumah. Generasi kedua dari komputer dimulai dengan penemuan transistor untuk menggantikan penggunaan vacuum tube. Dampak dari penemuan ini adalah penurunan pada ukuran komputer. Ukuran dari transistor mungkin seperti sebuah ukuran kacang. Itulah mengapa ada sebuah penurunan berarti dalam ukuran komputer.
Generasi berikutnya menggunakan Integrated Circuit (IC) untuk menggantikan transistor. Satu IC mungkin terdiri dari ribuan transistor. Akhirnya IC juga mengalami perkembangan kebentuk VLSI (Very Large Scale Integration) yang mana terdiri dari ribuan IC. Itulah prosesor. Perangkat ketiga adalah output device (perangkat keluaran). Output device adalah perangkat yang menghasilkan informasi dari hasil proses komputer. Informasi ini dapat ditampilkan di dalam sebuah monitor, atau dapat didengarkan melalui speaker, atau dapat dibaca dalam bentuk cetakan seperti kertas.
Baru-baru ini, ada dua jenis monitor, Yang pertama adalah monitor CRT (Cathode Ray Tube) yang mana menggunakan tabung hampa udara itulah mengapa ukurannya besar. Kedua adalah LCD (Liquid Crystal Display). LCD mempunyai bentuk yang ramping dan mempunyai layar yang datar, yang digunakan juga untuk notebook dan laptop. Perangkat terakhir adalah storage (tempat menyimpan). Sesungguhnya perangkat ini digunakan untuk menyimpan informasi dari sebuah prosesor. Tempat penyimpanan yang paling umum adalah hard disk, flash disk, floppy disk, CDROM (optical disk), magnetic tape, dll.
Penggunaan komputer dalam kegiatan sehari-hari
Baru-baru ini, komputer digunakan oleh masyarakat untuk keperluan sebagai berikut:
1. Data Processing (Memproses Data). komputer digunakan dalam finansial dan pekerjaan komersial seperti tagihan, pengendali persediaan, dll.
2. Scientific Processing (Memproses ilmiah). Komputer digunakan untuk mendukung pengetahuan teknik nuklir, matematika, dll.
3. Multimedia. Contohnya adalah mengedit musik, membuat film animasi, mengedit film dan video, dll.
PERKEMBANGAN SOSIOLOGI PENDIDIKAN
A. PENDAHULUAN
Sosiologi pendidikan menurut beberapa pakar dan ahli mempunyai pengertian yang sederhana yaitu, ilmu pengetahuan yang mempelajari permasalahan-permasalahan pendidikan dan berusaha untuk mencari pemecahannya berdasarkan pendekatan sosiologis. Dalam bukunya Philip Robinson, sosiologi pendidikan juga didasarkan atas dan mencerminkan landasan teoritis disiplin induknya berubah-ubah. Sosiologi pendidikan yang baik akan mencerminkan tiga aspek, yaitu histories, structural, biografis. Yang oleh Mills diidentifikasikan sebagi bagian yang terpenting dari suatu ilmu sosial yang pantas.
Di tinjau dari sebab lahirnya sosiologi pendidikan ialah adanya perkembangan masyarakat yang sangat cepat sehingga mengakibatkan berbagai kebudayaan, merosotnya peran guru, dan perubahan interaksi antar manusia. Dikarenakan manusia tumbuh dan berkembang bukan disekolah melainkan dimasyarakat.
Dari uraian tersebut diatas dapat diambil rumusan masalah, bagaimana perkembangan sosiologi pendidikan?
Sosiologi pendidikan menurut beberapa pakar dan ahli mempunyai pengertian yang sederhana yaitu, ilmu pengetahuan yang mempelajari permasalahan-permasalahan pendidikan dan berusaha untuk mencari pemecahannya berdasarkan pendekatan sosiologis. Dalam bukunya Philip Robinson, sosiologi pendidikan juga didasarkan atas dan mencerminkan landasan teoritis disiplin induknya berubah-ubah. Sosiologi pendidikan yang baik akan mencerminkan tiga aspek, yaitu histories, structural, biografis. Yang oleh Mills diidentifikasikan sebagi bagian yang terpenting dari suatu ilmu sosial yang pantas.
Di tinjau dari sebab lahirnya sosiologi pendidikan ialah adanya perkembangan masyarakat yang sangat cepat sehingga mengakibatkan berbagai kebudayaan, merosotnya peran guru, dan perubahan interaksi antar manusia. Dikarenakan manusia tumbuh dan berkembang bukan disekolah melainkan dimasyarakat.
Dari uraian tersebut diatas dapat diambil rumusan masalah, bagaimana perkembangan sosiologi pendidikan?
B. PEMBAHASAN
Sebagai ahli pendidikan, John Dewey (1859-1952) termasuk tokoh pertama yang memandang begitu essensialnya hubungan antra lembaga pendidikan dan masyarakat. Menurut hasil pengamatan Dewey, terlihat nyata adanya perubahan struktur masyarakat dari bentuk semula yang masih beersahaja. Dalam arus perubahan yang begitu nyata tersebut, John Dewey melihat betapa kecil, dan bahkan tidak ada sama sekali “peranan penyiapan” anak diddik yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan supaya mereka (anak didik) bisa menyadari “masyarakat baru” yang sedang tumbuh disekitarnya.
Dalam hubungan ini, Dewey melukiskan kehidupan anak-anak kota yang yang tampak “acuh”dan “buta” terhadap produk-produk yang keberadaannya dimanfaatkannya sehari-hari, seperti pakaian dsb. Produk-produk tersebut mereka tinggal memakainya, tanpa mengenal dan bahkan acuh terhadap bagaimana proses serta “cerita menjadinya” produk-produk tadi, mereka tidak mau lagi menghayati konteks kehidupan sosialnya yang sudah semakin komplek tersebut. Hal yang demikian itu, seharusnya dijembatani oleh lembaga pendidikan.
Atas dasar itu, Dewey bermaksud memperbaikinya, yaitu melalui sekolah percobaaanya di Chicago. Melalui sekolah tersebut Dewey berupaya mengembangkan pengalaman belajar dikelas dan disekolah sebagai suatu bentuk kehidupan yang bisa menumbuhkan semangat sosial, semangat saling membantu dan bergotong royong. Untuk itu beberapa upaya harus dilakukan supaya persekolahan menjadi lebih dekat hubungannya, baik dilingkungan anak-anak maupun lingkungan masyarakat sekitarnya. Bagi John Dewey persekolahan dalam hubungannya dengan masayarakat merupakan cerminan masyarakat disekitarnya dan pebaikan bagi masyarakat sekitarnya.
Oleh karena itu, sebagaiman halnya Dewey dengan pengembangan teori-teori pendidikannya, hal serupa juga dilakukan Emile Durkhein (1858-1917) memandang pendidikan sebagai suatu “social thing”. Dia mengatakan bahwa, “Masyarakat secara keseluruhan beserta masing-masing lingkungan sosial didalamnya, merupakan sumber penentu cita-cita yang dilaksanakan lembaga pendidikan. Suatu masyarakat bisa bertahan hidup, hanya jika terdapat suatu tingkat homogenitas yang memadai dikalangan para warganya. Keseragaman yang essensial yang dituntut dalam kehidupan bersama tersebut, oleh upaya pendidikan diperkekal dan diperkuat penanamannya semenjak dini dikalangan anak-anak. Tetapi dibalik itu suatu kerjasama apapun tentulah tidak mungkin tanpa adanya keanekaragaman yaitu, upaya pendidikan dijaminnya dengan jalan pengadaan pendidikan yang beraneka ragam baik jenjangnya maupun spesialisasinya.
Bertolak dari pandangannya tentang pendidikan sebagi ikhtiar sosial (social thing), akhirnya menuntun Dhurkeim pada suatu pendapat, bahwa pendidikan itu, bukanlah hanya satu bentuk, baik dalam artian ideal maupun aktualnya, tetapi bermacam-macam. Dengan demikian masyarakat secara keseluruhan berseta masing-masing lingkungan khususnya, akan menentukan tipe-tipe yang diselenggarakan.
Selama 40 tahun tahun perkembangan sosiologi pendidikan (pada mulanya dinamakan “Educational Sociology dan belakangan ini menjadi “Sociology of Education) memang berjalan lamban, tetapi berlangsung kokoh dan pasti. Sejumlah buku teks bermunculan, seperti “An Introduction to Educational Sociology” (E.G Smith, W.R. Houghton Mifflin, 1917, edisinya revisinya tahun 1929), Fondationas of Educational Sociology” Peters, C.C, Macmillan, N.Y., 1924, edisi revisinya tahun 1930), “The Sociology of Teaching” (Waller,W, J. Willey, NY, 1932, dicetak kembali oleh Russel and Russel tahun 1961) dan masih banyak yang lainnya.
Khususnya diInggris, perkembangan nyata Sosiologi Pendidikan ditandai dan dimulai dengan diangkatnya Sir Fred Clarke sebagai Direktur Pendidikan Tinggi Kependidikan diLondon (London University Institute Of Education) pada tahun 1937. Clarke sangat menyadari konstribusi yang mungkin dan dapat diberikan oleh Sosiologi kepada pengembangan pemikiran Pendidikan. Terutama Clarke, begitu yakin bahwa pendidikan haruslah direncanakan, dan pada bukunya yang berjudul “ Education and Social Change,” keganasan” Nazi Jerman. Begitu juga, Mannheim menetap dilondon dan menjadi dosen Sosiologi pada Fakultas Ekonomi London. Seperti halnya Dhurkeim, Mannheim juga sangat tertarik pada dunia sosiologi, dan ia memasuki dunia pendidikan sebagai seorang ahli sosiologi. Akibatnya ia melihat pendidikan sebagai salah satu elemen dinamis dalam sosiologi. Merupakan suatu tehnik social, dan alat pengendalian sosial. Dalam hal ini Mannheim mengatakan “Ahli sosiologi tidak memandang pendidikan semata-mata sebagai alat merealisasikan cita-cita abstrak suatu kebudayaan (seperti humanisme,dsb) atau sebagai alat pengalihan spesialisasi teknis, tetapi sebagai suatu bagian dalam proses mempengaruhi manusia. Pendidikan hanya dapat dipahami ketika kita mengetahui untuk masyarakat apa dan untuk posisi sosial apa sesungguhnya para murid itu dididik.
Selama tahun 1943-1945, Institut Sosiologi di London menyelenggarakan koferensi-konferensi mengenai sosiologi dan pendidikan. Pada konferensi-konferensi dimaksud, Mannheim dan Clarke sama-sama memberikan andil yang berarti. Selama tahun-tahun sisanya decade itu, bermunculan begitu banyak buku-buku pendidikan yang berpijak dan diwarnai sudut tinjauan sosiologis. Pada Tahun 1948, setahun setelah wafatnya Mannheim, Clarke menerbitkan bukunya yang berjudul “ Freedom in the Educative Society.” Pada bukunya itu, secara lebih jauh dikembangkan tema perencanaan pendidikan menuju pembebasan masyarakat dan arah perencanaan itu ia perbandingkan dengan masyarakat pendidikan zaman Plato. Suatu masyarakat Pendidikan (Lembaga Pendidikan), menurut Clarke tujuan pokoknya untuk mencetak corak waraga Negara ke arah yang lebih baik. Untuk itu masyarakat pendidikan perlu secara sadar mengarahkan aktivitas-aktivitasnya, dan mengorganisasikan departemen-departemennya dengan suatu pandangan guna mengembangkan corak dan watak warga negara tadi.
Sebagai hal yang menunjang pertumbuhan sosiologi pendidikan pada tahun-tahun 1960-an terdapat tiga faktor penunjang yang dapat dirinci sebagai berikut: Pertama, sifat pendidikan guru yang mulai berubah-ubah mulai dengan diperkenalkannya program pendidikan tahap pertama selam tiga tahun di college-college pada tahun 1962. Kedua, merangsang perkembangan studi “akademik” pendidikan dan dengan demikian merangsang pula pertumbuhan ilmu-ilmu sosial dasar yang menopangnya, yakni sosiologi, psikologi, filsafat dan sejarah.
Perluasan pendidikan guru merangsang pertumbuhan sosiologi pendidikan yang pada mula memperoleh materinya dari perspektif fungsionalisme teoritis yang dominan. Kegagalan kebijaksanaan pembaharuan tahun-tahun 1960-an, bersamaan dengan semakin meningkatnya permintaan akan sumbangan sosiologi dalam pendidikan guru telah melahirkan suatu pergeseran perspektif dari teori “ketertiban” kearah teori control, suatu pergeseran yang oleh Floed (1978) digambarkan sebagai” digesernya manusia sosiologis yang tidak manusiawi, yang terlalu disosialisasikan dan yang amoral oleh manusia sosiologis yang otonom, kreatif dan mempunyai tanggung jawab moral”.
Pada bukunya Moh. Padil dan Triyo Supriyatno dijelaskan, pada tahun 1950 W.A.C Stewart menulis sebuah artikel penting yang dimuat pada “Sosiological review.” Artikel mengenai filsafat dan sosiologi pada pendidikan guru (judulnya: Philosopy dan sosiologi in the Training of Teachers). Prof. Stewart juga mengemukan tentang masalah mata kuliah guru, yang dulu juga disarankan oleh Mannheim, ada tiga mata kuliah (mata ajaran) untuk dikuliahkan pada lembaga pendidikan guru, diantaranya :
v Sosiologi untuk guru
a) Sifat manusia dan tata sosial
b) Impak kelomok-kelompok sosial terhadap individu
c) Struktur sosial
v Sosiologi Pendidikan
a) Sekolah dan masyarakat
b) Sosiologi pendidikan dalam aspek-aspek historisnya
c) Sekolah dan tata sosial
v Sosiologi mengajar
a) Interpretasi sosiologis terhadap kehidupan sekolah
b) Hubungan guru dan murid
c) Masalah-masalah organisasi sekolah
Sebagai ahli pendidikan, John Dewey (1859-1952) termasuk tokoh pertama yang memandang begitu essensialnya hubungan antra lembaga pendidikan dan masyarakat. Menurut hasil pengamatan Dewey, terlihat nyata adanya perubahan struktur masyarakat dari bentuk semula yang masih beersahaja. Dalam arus perubahan yang begitu nyata tersebut, John Dewey melihat betapa kecil, dan bahkan tidak ada sama sekali “peranan penyiapan” anak diddik yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan supaya mereka (anak didik) bisa menyadari “masyarakat baru” yang sedang tumbuh disekitarnya.
Dalam hubungan ini, Dewey melukiskan kehidupan anak-anak kota yang yang tampak “acuh”dan “buta” terhadap produk-produk yang keberadaannya dimanfaatkannya sehari-hari, seperti pakaian dsb. Produk-produk tersebut mereka tinggal memakainya, tanpa mengenal dan bahkan acuh terhadap bagaimana proses serta “cerita menjadinya” produk-produk tadi, mereka tidak mau lagi menghayati konteks kehidupan sosialnya yang sudah semakin komplek tersebut. Hal yang demikian itu, seharusnya dijembatani oleh lembaga pendidikan.
Atas dasar itu, Dewey bermaksud memperbaikinya, yaitu melalui sekolah percobaaanya di Chicago. Melalui sekolah tersebut Dewey berupaya mengembangkan pengalaman belajar dikelas dan disekolah sebagai suatu bentuk kehidupan yang bisa menumbuhkan semangat sosial, semangat saling membantu dan bergotong royong. Untuk itu beberapa upaya harus dilakukan supaya persekolahan menjadi lebih dekat hubungannya, baik dilingkungan anak-anak maupun lingkungan masyarakat sekitarnya. Bagi John Dewey persekolahan dalam hubungannya dengan masayarakat merupakan cerminan masyarakat disekitarnya dan pebaikan bagi masyarakat sekitarnya.
Oleh karena itu, sebagaiman halnya Dewey dengan pengembangan teori-teori pendidikannya, hal serupa juga dilakukan Emile Durkhein (1858-1917) memandang pendidikan sebagai suatu “social thing”. Dia mengatakan bahwa, “Masyarakat secara keseluruhan beserta masing-masing lingkungan sosial didalamnya, merupakan sumber penentu cita-cita yang dilaksanakan lembaga pendidikan. Suatu masyarakat bisa bertahan hidup, hanya jika terdapat suatu tingkat homogenitas yang memadai dikalangan para warganya. Keseragaman yang essensial yang dituntut dalam kehidupan bersama tersebut, oleh upaya pendidikan diperkekal dan diperkuat penanamannya semenjak dini dikalangan anak-anak. Tetapi dibalik itu suatu kerjasama apapun tentulah tidak mungkin tanpa adanya keanekaragaman yaitu, upaya pendidikan dijaminnya dengan jalan pengadaan pendidikan yang beraneka ragam baik jenjangnya maupun spesialisasinya.
Bertolak dari pandangannya tentang pendidikan sebagi ikhtiar sosial (social thing), akhirnya menuntun Dhurkeim pada suatu pendapat, bahwa pendidikan itu, bukanlah hanya satu bentuk, baik dalam artian ideal maupun aktualnya, tetapi bermacam-macam. Dengan demikian masyarakat secara keseluruhan berseta masing-masing lingkungan khususnya, akan menentukan tipe-tipe yang diselenggarakan.
Selama 40 tahun tahun perkembangan sosiologi pendidikan (pada mulanya dinamakan “Educational Sociology dan belakangan ini menjadi “Sociology of Education) memang berjalan lamban, tetapi berlangsung kokoh dan pasti. Sejumlah buku teks bermunculan, seperti “An Introduction to Educational Sociology” (E.G Smith, W.R. Houghton Mifflin, 1917, edisinya revisinya tahun 1929), Fondationas of Educational Sociology” Peters, C.C, Macmillan, N.Y., 1924, edisi revisinya tahun 1930), “The Sociology of Teaching” (Waller,W, J. Willey, NY, 1932, dicetak kembali oleh Russel and Russel tahun 1961) dan masih banyak yang lainnya.
Khususnya diInggris, perkembangan nyata Sosiologi Pendidikan ditandai dan dimulai dengan diangkatnya Sir Fred Clarke sebagai Direktur Pendidikan Tinggi Kependidikan diLondon (London University Institute Of Education) pada tahun 1937. Clarke sangat menyadari konstribusi yang mungkin dan dapat diberikan oleh Sosiologi kepada pengembangan pemikiran Pendidikan. Terutama Clarke, begitu yakin bahwa pendidikan haruslah direncanakan, dan pada bukunya yang berjudul “ Education and Social Change,” keganasan” Nazi Jerman. Begitu juga, Mannheim menetap dilondon dan menjadi dosen Sosiologi pada Fakultas Ekonomi London. Seperti halnya Dhurkeim, Mannheim juga sangat tertarik pada dunia sosiologi, dan ia memasuki dunia pendidikan sebagai seorang ahli sosiologi. Akibatnya ia melihat pendidikan sebagai salah satu elemen dinamis dalam sosiologi. Merupakan suatu tehnik social, dan alat pengendalian sosial. Dalam hal ini Mannheim mengatakan “Ahli sosiologi tidak memandang pendidikan semata-mata sebagai alat merealisasikan cita-cita abstrak suatu kebudayaan (seperti humanisme,dsb) atau sebagai alat pengalihan spesialisasi teknis, tetapi sebagai suatu bagian dalam proses mempengaruhi manusia. Pendidikan hanya dapat dipahami ketika kita mengetahui untuk masyarakat apa dan untuk posisi sosial apa sesungguhnya para murid itu dididik.
Selama tahun 1943-1945, Institut Sosiologi di London menyelenggarakan koferensi-konferensi mengenai sosiologi dan pendidikan. Pada konferensi-konferensi dimaksud, Mannheim dan Clarke sama-sama memberikan andil yang berarti. Selama tahun-tahun sisanya decade itu, bermunculan begitu banyak buku-buku pendidikan yang berpijak dan diwarnai sudut tinjauan sosiologis. Pada Tahun 1948, setahun setelah wafatnya Mannheim, Clarke menerbitkan bukunya yang berjudul “ Freedom in the Educative Society.” Pada bukunya itu, secara lebih jauh dikembangkan tema perencanaan pendidikan menuju pembebasan masyarakat dan arah perencanaan itu ia perbandingkan dengan masyarakat pendidikan zaman Plato. Suatu masyarakat Pendidikan (Lembaga Pendidikan), menurut Clarke tujuan pokoknya untuk mencetak corak waraga Negara ke arah yang lebih baik. Untuk itu masyarakat pendidikan perlu secara sadar mengarahkan aktivitas-aktivitasnya, dan mengorganisasikan departemen-departemennya dengan suatu pandangan guna mengembangkan corak dan watak warga negara tadi.
Sebagai hal yang menunjang pertumbuhan sosiologi pendidikan pada tahun-tahun 1960-an terdapat tiga faktor penunjang yang dapat dirinci sebagai berikut: Pertama, sifat pendidikan guru yang mulai berubah-ubah mulai dengan diperkenalkannya program pendidikan tahap pertama selam tiga tahun di college-college pada tahun 1962. Kedua, merangsang perkembangan studi “akademik” pendidikan dan dengan demikian merangsang pula pertumbuhan ilmu-ilmu sosial dasar yang menopangnya, yakni sosiologi, psikologi, filsafat dan sejarah.
Perluasan pendidikan guru merangsang pertumbuhan sosiologi pendidikan yang pada mula memperoleh materinya dari perspektif fungsionalisme teoritis yang dominan. Kegagalan kebijaksanaan pembaharuan tahun-tahun 1960-an, bersamaan dengan semakin meningkatnya permintaan akan sumbangan sosiologi dalam pendidikan guru telah melahirkan suatu pergeseran perspektif dari teori “ketertiban” kearah teori control, suatu pergeseran yang oleh Floed (1978) digambarkan sebagai” digesernya manusia sosiologis yang tidak manusiawi, yang terlalu disosialisasikan dan yang amoral oleh manusia sosiologis yang otonom, kreatif dan mempunyai tanggung jawab moral”.
Pada bukunya Moh. Padil dan Triyo Supriyatno dijelaskan, pada tahun 1950 W.A.C Stewart menulis sebuah artikel penting yang dimuat pada “Sosiological review.” Artikel mengenai filsafat dan sosiologi pada pendidikan guru (judulnya: Philosopy dan sosiologi in the Training of Teachers). Prof. Stewart juga mengemukan tentang masalah mata kuliah guru, yang dulu juga disarankan oleh Mannheim, ada tiga mata kuliah (mata ajaran) untuk dikuliahkan pada lembaga pendidikan guru, diantaranya :
v Sosiologi untuk guru
a) Sifat manusia dan tata sosial
b) Impak kelomok-kelompok sosial terhadap individu
c) Struktur sosial
v Sosiologi Pendidikan
a) Sekolah dan masyarakat
b) Sosiologi pendidikan dalam aspek-aspek historisnya
c) Sekolah dan tata sosial
v Sosiologi mengajar
a) Interpretasi sosiologis terhadap kehidupan sekolah
b) Hubungan guru dan murid
c) Masalah-masalah organisasi sekolah
Pada pembahasan mengenai “asal mula dan perkembangan “sosiologi pendidikan, baik Educational sociology maupun Sociology of Education keduany sama-sama digunakan untuk menunjuk kepada disiplin ilmu dalam pembahasan ini. Ketika W.A.C. Stewart menulis artikelnya pada tahun 1950, ia malah menggunakan menjadi tiga istilah yaitu, Sociological Approach to Education, Educational Sociology, dan Sociology of Education. Kemudian pada tahun 1962, ketika Stewart mempublikasikan buah pikiran Mannheim mengenai pandangan pendidikannya. Diberinya judul “ An Introduction to The Sociology of Education. Dalam uraian yang termuat dalam buku tersebut, ternyata silih berganti menggunakan istilah “sociologi of Education” dan A Sociological Approach to Education,” serta tidak menggunkan istilah “ Educational Sociology” sama sekali.
Pada mulanya, memang ada kecenderungan pada Jurusan Pendidikan diberbagai perguruan tinggi menggunakan istilah “Educational Sociology” sedangkan belakangan ini lebih suka menggunakan istilah “Sociology of Education”. Disarankan oleh Prof . W. Taylor untuk tetap menggunakan kedua istilah tersebut, tetapi dengan pengertian yang sedikit berbeda antara satu dan lainnya. Menurut Taylor,”Educational Sociology,” tekanannya terletak pada pertanyaan-pertanyaan kependidikan dan sosial. Sedangkan “Sociology of Education,” tekanannya pada permasalahan-permasalahan sosiologis. Pembedaanya mirip dengan apa yang dinyatakan oleh R.J. Stalcup didalam bukunya” Sociology and Education,” dimana ia juga menggunakan istilah “ The Social Fondations of Education.” Definisi Stalcup mengenai ketiga istilah dimaksud sebagaimana berikut ini:
v Educational Sociology : merupakan aplikasi prinsip-prinsip umum dan penemuan-penemuan sosiologi bagi pengadministrasian dan atau proses pendidikan. Pendekatan ini berupaya untuk menerapkan prinsip-prinsip sosiologi pada lembaga pendidikan sebagai suatu unit sosial tersendiri.
v Sociology of Education : Merupakan suatu analisis terhadap proses-proses sosiologis yang berlangsung dalam lembaga pendidikan. Tekanan dan wilayah telaahannya pada lembaga pendidikan itu sendiri.
v Social Fondations of Education: Merupakan suatu bidang telaahan yang lazimnya mencakup sejarah, filsafat, sosiologi pendidikan, dan pendidikan komparasi. Jelas bidang ini lebih luas baik dari “Sociology of Education” maupun “Educational Sociology.“
Dalam bukunya “Educational Sociology,” G.E, Jensen juga membahas perbedaan antara kedua istilah tadi. Menurut Jensen, problematika yang ditelaah oleh “Educational Sociology” diangkat dari bidang pendidikan. Sedangkan problematikanya “Sociology of Educational” diangkat dari bidang sosiologi. Jensen juga berpendapat, bahwa sosiologi merupakan suatu bidang telaahan praktis, memperhatikan segi-segi sosiologis maupun sosial psikologis yang relevan atau berkaitan secara logis dengan permasalahan-permasalahan pendidikan. Dalam hubungan ini “Sociology of Education,” perhatian utamanya pada upaya menemukan aspek-aspek sosiologis dari fenomena dan institusi pendidikan. Masalah-masalah tersebut dikaji dan dipandangnya sebagai masalah essensial sosiologi, dan bukan merupakan masalah praktis pendidikan.
Perkembangan umumnya sekarang ini, kedua istilah yang diperdebatkan tadi, sama-sama memantapkan adanya satu disiplin ilmu yaitu sosiologi pendidikan itu sendiri. Istilah yang digunakan ialah “sociology of Education”. Sebagaimana dikatakan Dr. Olive Banks: sekarang menjadi lazim untuk menyebutkan “Sociology of Education” daripada memakai terminology lamanya yaitu “Educational Sociology”. Secara keseluruhan, perkembangan tersebut, juga dikarenakan para ahli sosiologi itu sendiri yang sudah mulai menaruh perhatian terhadap dunia pendidikan sebagai suatu garapan telaahannya.
Seterusnya, Dr. Banks menyarankan disiplin ilmu ini sebagi cabang sosiologi dan bukan cabang dari ilmu pendidikan. Masa depan disiplin ilmu ini, menurut para penulis belakangan ini, akan banyak bergantung pada keeratan kerja sama antara ahli sosiologi didalam aktifitas atau penanganan pendidikan, (denagn pengalaman praktis didepan kelas atau pada segi-segi lain penyelenggaraan system pendidikan). Sementara ahli-ahli pendidikan yang tertarik pada pendekatan sosiologis, misalnya diberikan latihan-latihan dasar mengenai disiplin ilmu sosiologi itu sendiri. Hal tersebut pada kenyataannya sudah terjadi. Sebab beberapa dosen dan guru besar sosiologi sudah mulai ikut selaku asisten dalam perkuliahan kependidikan, sementara beberapa ahli pendidikan juga sudah mulai mengembangkan kariernya selaku ahli sosiologi yang berbobot.
Mobilitas professional semacam itu, dan penyuburan silang yang semakin dibutuhkan oleh kedua pihak (ahli sosiologi dan ahli pendidikan) kesemuanya itu untuk kebaikan disiplin sosiologi dan pendidikan itu sendiri. Dalam hubungan ini patut diingat kata-kata Prof. Stewart yaitu “Kalau ada suatu telaahan yang inter-disipliner, maka itulah pendidikan. “Dengan begitu, sosiologi pendidikan bukan lagi “milik pribadi” sosiologi itu sendiri, dan sama pula halnya dengan filsafat pendidikan, atau psikologi pendidikan.
Demikian juga, dalam dunia akademik belakangan ini, memang semakin banyak kita hadapkan pada penelaahan yang inter-disipliner. Begitu muncul pertanyaan mengenai “hak paten” disiplin keilmuwan, berarti kita kembali lagi ke tempat start (melakukan pengepingan-pengepingan baik terhadap ilmu maupun tugas penelitian). Bagi para pemain sepak bola, mungkin pantas menyerahkan bulat-bulat “sosiologi persepakbolaan” kepada ahli-ahli sosiologi. Para pecandu judi, juga sebaiknya mempasrahkan “sosiologi perjudian” kepada ahli-ahli sosiologi itu sendiri. Orang-orang kampong dipedesaan tidak memperdebatkan “hak paten” kewenangan ahli-ahli sosiologi didalam telaahan “sosiologi desa”. Tetapi didalam hal sosiologi pendidikan, sama-sama menjadi perhatian telaahannya, baik oleh ahli pendidikan maupun ahli sosiologi.
Sosiologi pendidikan merupakan suatu disiplin yang menjadi perhatian, baik ahli sosiologi maupun ahli pendidikan, dan keduanya telah memberikan konstribusi berharga. Ada beberapa wilayah permasalahan, yang kiranya lebih baik diteliti oleh ahli-ahli sosiologi. Tetapi ada juga wilayah permasalahan lainnya yang lebih baik ditangani oleh ahli pendidikan atau tenaga kependidikan. Yang terpenting, pada keadaan dan tingkat manapun, hendaknya semua upaya penelitian dilakukan secara terarah dan terkendali, dan dengan menggunakan metodologi yang ampuh.
Keseluruhan yang ditelaah sosiologi pendidikan hanya satu, dimana ahli sosiologi dan ahli pendidikan bisa bekerjasama secara ramah yang sudah mereka lakukan. Dalam hubungan ini, selaku orang yang memperoleh pengalaman pendidikan, baik tentang sosiologi maupun ilmu pendidikan, Dr. D.F. Swift menyatakan demikian
erkembangan sesuatu disiplin ilmu (begitu pula kegunaannya bagi masyarakat) berlangsung mengikuti hubungan saling rangsang antara teori yang ada dengan upaya pengumpulan informasi. Keberartiannya masing-masing sama-sama, bergantung antara satu dengan yang lainnya. Tidak ada artinya membedakan latar belakang motivasi diantara penelitian-penelitian yang dilakukan. Yang menjadi masalah adalah kemampuan teori yang melandasi informasi-informasi yang mau dicari, dan kejituan metoda yang digunakan dalam pengumpulan informasi. Karenanya, sosiologi dan pendidikan, dalam banyak hal saling membantu antara satu dengan yang lainnya.
Pada mulanya, memang ada kecenderungan pada Jurusan Pendidikan diberbagai perguruan tinggi menggunakan istilah “Educational Sociology” sedangkan belakangan ini lebih suka menggunakan istilah “Sociology of Education”. Disarankan oleh Prof . W. Taylor untuk tetap menggunakan kedua istilah tersebut, tetapi dengan pengertian yang sedikit berbeda antara satu dan lainnya. Menurut Taylor,”Educational Sociology,” tekanannya terletak pada pertanyaan-pertanyaan kependidikan dan sosial. Sedangkan “Sociology of Education,” tekanannya pada permasalahan-permasalahan sosiologis. Pembedaanya mirip dengan apa yang dinyatakan oleh R.J. Stalcup didalam bukunya” Sociology and Education,” dimana ia juga menggunakan istilah “ The Social Fondations of Education.” Definisi Stalcup mengenai ketiga istilah dimaksud sebagaimana berikut ini:
v Educational Sociology : merupakan aplikasi prinsip-prinsip umum dan penemuan-penemuan sosiologi bagi pengadministrasian dan atau proses pendidikan. Pendekatan ini berupaya untuk menerapkan prinsip-prinsip sosiologi pada lembaga pendidikan sebagai suatu unit sosial tersendiri.
v Sociology of Education : Merupakan suatu analisis terhadap proses-proses sosiologis yang berlangsung dalam lembaga pendidikan. Tekanan dan wilayah telaahannya pada lembaga pendidikan itu sendiri.
v Social Fondations of Education: Merupakan suatu bidang telaahan yang lazimnya mencakup sejarah, filsafat, sosiologi pendidikan, dan pendidikan komparasi. Jelas bidang ini lebih luas baik dari “Sociology of Education” maupun “Educational Sociology.“
Dalam bukunya “Educational Sociology,” G.E, Jensen juga membahas perbedaan antara kedua istilah tadi. Menurut Jensen, problematika yang ditelaah oleh “Educational Sociology” diangkat dari bidang pendidikan. Sedangkan problematikanya “Sociology of Educational” diangkat dari bidang sosiologi. Jensen juga berpendapat, bahwa sosiologi merupakan suatu bidang telaahan praktis, memperhatikan segi-segi sosiologis maupun sosial psikologis yang relevan atau berkaitan secara logis dengan permasalahan-permasalahan pendidikan. Dalam hubungan ini “Sociology of Education,” perhatian utamanya pada upaya menemukan aspek-aspek sosiologis dari fenomena dan institusi pendidikan. Masalah-masalah tersebut dikaji dan dipandangnya sebagai masalah essensial sosiologi, dan bukan merupakan masalah praktis pendidikan.
Perkembangan umumnya sekarang ini, kedua istilah yang diperdebatkan tadi, sama-sama memantapkan adanya satu disiplin ilmu yaitu sosiologi pendidikan itu sendiri. Istilah yang digunakan ialah “sociology of Education”. Sebagaimana dikatakan Dr. Olive Banks: sekarang menjadi lazim untuk menyebutkan “Sociology of Education” daripada memakai terminology lamanya yaitu “Educational Sociology”. Secara keseluruhan, perkembangan tersebut, juga dikarenakan para ahli sosiologi itu sendiri yang sudah mulai menaruh perhatian terhadap dunia pendidikan sebagai suatu garapan telaahannya.
Seterusnya, Dr. Banks menyarankan disiplin ilmu ini sebagi cabang sosiologi dan bukan cabang dari ilmu pendidikan. Masa depan disiplin ilmu ini, menurut para penulis belakangan ini, akan banyak bergantung pada keeratan kerja sama antara ahli sosiologi didalam aktifitas atau penanganan pendidikan, (denagn pengalaman praktis didepan kelas atau pada segi-segi lain penyelenggaraan system pendidikan). Sementara ahli-ahli pendidikan yang tertarik pada pendekatan sosiologis, misalnya diberikan latihan-latihan dasar mengenai disiplin ilmu sosiologi itu sendiri. Hal tersebut pada kenyataannya sudah terjadi. Sebab beberapa dosen dan guru besar sosiologi sudah mulai ikut selaku asisten dalam perkuliahan kependidikan, sementara beberapa ahli pendidikan juga sudah mulai mengembangkan kariernya selaku ahli sosiologi yang berbobot.
Mobilitas professional semacam itu, dan penyuburan silang yang semakin dibutuhkan oleh kedua pihak (ahli sosiologi dan ahli pendidikan) kesemuanya itu untuk kebaikan disiplin sosiologi dan pendidikan itu sendiri. Dalam hubungan ini patut diingat kata-kata Prof. Stewart yaitu “Kalau ada suatu telaahan yang inter-disipliner, maka itulah pendidikan. “Dengan begitu, sosiologi pendidikan bukan lagi “milik pribadi” sosiologi itu sendiri, dan sama pula halnya dengan filsafat pendidikan, atau psikologi pendidikan.
Demikian juga, dalam dunia akademik belakangan ini, memang semakin banyak kita hadapkan pada penelaahan yang inter-disipliner. Begitu muncul pertanyaan mengenai “hak paten” disiplin keilmuwan, berarti kita kembali lagi ke tempat start (melakukan pengepingan-pengepingan baik terhadap ilmu maupun tugas penelitian). Bagi para pemain sepak bola, mungkin pantas menyerahkan bulat-bulat “sosiologi persepakbolaan” kepada ahli-ahli sosiologi. Para pecandu judi, juga sebaiknya mempasrahkan “sosiologi perjudian” kepada ahli-ahli sosiologi itu sendiri. Orang-orang kampong dipedesaan tidak memperdebatkan “hak paten” kewenangan ahli-ahli sosiologi didalam telaahan “sosiologi desa”. Tetapi didalam hal sosiologi pendidikan, sama-sama menjadi perhatian telaahannya, baik oleh ahli pendidikan maupun ahli sosiologi.
Sosiologi pendidikan merupakan suatu disiplin yang menjadi perhatian, baik ahli sosiologi maupun ahli pendidikan, dan keduanya telah memberikan konstribusi berharga. Ada beberapa wilayah permasalahan, yang kiranya lebih baik diteliti oleh ahli-ahli sosiologi. Tetapi ada juga wilayah permasalahan lainnya yang lebih baik ditangani oleh ahli pendidikan atau tenaga kependidikan. Yang terpenting, pada keadaan dan tingkat manapun, hendaknya semua upaya penelitian dilakukan secara terarah dan terkendali, dan dengan menggunakan metodologi yang ampuh.
Keseluruhan yang ditelaah sosiologi pendidikan hanya satu, dimana ahli sosiologi dan ahli pendidikan bisa bekerjasama secara ramah yang sudah mereka lakukan. Dalam hubungan ini, selaku orang yang memperoleh pengalaman pendidikan, baik tentang sosiologi maupun ilmu pendidikan, Dr. D.F. Swift menyatakan demikian
C. KESIMPULAN
Sosiologi pendidikan merupakan suatu disiplin yang menjadi perhatian, baik ahli sosiologi maupun ahli pendidikan, dan keduanya telah memberikan konstribusi berharga. Prof. Stewart juga mengemukan tentang masalah dalam sosiologi pendidikan mengenai mata kuliah guru, seperti juga disarankan oleh Mannheim, ada tiga mata kuliah (mata ajaran) untuk dikuliahkan pada lembaga pendidikan guru, diantaranya: Sosiologi mengajar, Sosiologi Pendidikan, Sosiologi untuk guru. Dan ketiganya akan memperluas pendidikan guru dalam sosiologi pendidikan. Dalam bukunya Jehsen, perkembangan sosiologi pendidikan, ialah memperdebatkan kedua istilah antara “Educational Sosiologi dan Sociology Education” yang sama-sama memantapkan adanya satu disiplin ilmu yaitu sosiologi pendidikan itu sendiri. Jensen juga berpendapat, bahwa sosiologi merupakan suatu bidang telaahan praktis, memperhatikan segi-segi sosiologis maupun sosial psikologis yang relevan atau berkaitan secara logis dengan permasalahan-permasalahan pendidikan.
Sosiologi pendidikan merupakan suatu disiplin yang menjadi perhatian, baik ahli sosiologi maupun ahli pendidikan, dan keduanya telah memberikan konstribusi berharga. Prof. Stewart juga mengemukan tentang masalah dalam sosiologi pendidikan mengenai mata kuliah guru, seperti juga disarankan oleh Mannheim, ada tiga mata kuliah (mata ajaran) untuk dikuliahkan pada lembaga pendidikan guru, diantaranya: Sosiologi mengajar, Sosiologi Pendidikan, Sosiologi untuk guru. Dan ketiganya akan memperluas pendidikan guru dalam sosiologi pendidikan. Dalam bukunya Jehsen, perkembangan sosiologi pendidikan, ialah memperdebatkan kedua istilah antara “Educational Sosiologi dan Sociology Education” yang sama-sama memantapkan adanya satu disiplin ilmu yaitu sosiologi pendidikan itu sendiri. Jensen juga berpendapat, bahwa sosiologi merupakan suatu bidang telaahan praktis, memperhatikan segi-segi sosiologis maupun sosial psikologis yang relevan atau berkaitan secara logis dengan permasalahan-permasalahan pendidikan.
Kamis, 23 Agustus 2012
Sejarah Komputer
Membahas artikel sejarah perkembangan komputer tak terlepas dari dari penemuan penemuan manusia sejak dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik. Komputer yang biasa digunakan saat ini merupakan evolusi panjang dari komputer terdahulu sejak pertama kali diciptakan dimana komputer sangat terbatas penggunaan dan kegunaannya karena belum dikomersilkan serta memerlukam keahlian khusus untuk mengoperasikannya.
Meskipun demikian perjalanan sejarah perkembangan komputer tak terhenti bahkan telah beberapa kali mengalami evolusi ditiap generasinya dan dari tiap generasi menunjukkan perbedaan-perbedaan yang sangat menonjol seiring kemajuan teknologi yang sangat mendukung perkembangan komputer itu sendiri.
Jika kita memperhatikan perjalanan kilas balik sejarah perkembangan komputer dari setiap generasi, bahwa komputer dapat digolongkan menjadi 4 golongan berdasarkan peralatan yang digunakan untuk menciptakan sebuah komputer sebagai alat pengolah data, yaitu :
Meskipun demikian perjalanan sejarah perkembangan komputer tak terhenti bahkan telah beberapa kali mengalami evolusi ditiap generasinya dan dari tiap generasi menunjukkan perbedaan-perbedaan yang sangat menonjol seiring kemajuan teknologi yang sangat mendukung perkembangan komputer itu sendiri.
Jika kita memperhatikan perjalanan kilas balik sejarah perkembangan komputer dari setiap generasi, bahwa komputer dapat digolongkan menjadi 4 golongan berdasarkan peralatan yang digunakan untuk menciptakan sebuah komputer sebagai alat pengolah data, yaitu :
- Komputer dengan menggunakan peralatan manual, maksud dari komputer disini sesuai dengan asal kata yaitu “to compute” dengan menggunakan peralatan pengolahan data yang sangat sederhana dengan menggunakan tenaga tangan manusia seperti pada alat hitung tradisional yang dikenal sebagai abakus
- Komputer dengan menggunakan peralatan mekanik, yaitu sistim komputasi sederhana dengan menggunakan peralatan yang sudah berbentuk mekanik dan digerakkan secara manual
- Peralatan Mekanik Elektronik : Pada bagian ini perjalanan sejarah komputer telah menggunakan peralatan mekanik yang bergerak secara otomatis dengan menggunakan prinsip motor elektronik dan operator untuk melakukan pengendalian operasi
- Peralatan Elektronik : Peralatan komputer dimana pengolahan datanya bekerja secara elektronik seperti yang biasa kita jumpai saat ini
Sejarah perkembangan komputer dari awal sampai sekarang
Langganan:
Postingan (Atom)